Want to share this Foto on another web-site or blog?

Paste one of the following lines in to your site, blog or profile page..

Script:

HTML (for myspace, bebo etc):

BBCode (for message boards/forums):
[ View the Fotopage entry | View the complete Fotopage ]


Hari Pertama Gegirl Dilahirkan
Mail this Foto to a friend
Search BoardTracker for..
Hari Pertama Gegirl



Next >
[ View the Fotopage entry | View the complete Fotopage ]


Sunday, 26-Apr-2009 02:03
Nur Arina Nasrin Nisrina - Anugerah Ilahi Untuk Kami.
Assalamualaikum Gegirl kesayangan Mama dan Abah...

Jauh sebelum kau hadir dalam kehidupan Abah dan Mama, kami sentiasa bermohon kepada Allah Swt agar dikurniai keturunan yang soleh dan solehah, yang taat kepada Allah, berbakti kepada orang tua, rajin beribadah dan belajar, serta dapat menjadi penerus dakwah Ilallaah.

Banyak rencana yang kami rancang, agar kelak bila kau hadir, kami sudah siap menjadi orang tua yang baik dan mampu mendidikmu dengan didikan yang sesuai dengan dinnul Islam, tuntunan kita seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw kepada kita.

Abah dan Mama ingin, kelak bila Allah mengamanahkan kepada kami seorang puteri, maka dia akan berakhlaq seperti akhlaqnya Fatimah puteri Rasulullah, dan bila Allah mengamanahkan seorang putera, maka dia akan seperti Ali.

Setelah tanda kehadiranmu mulai nampak, Mama sering mual, muntah-muntah, sakit kepala dan sering mau pengsan, Mama dan Abah bersyukur kepada Allah di atas kurniaNya, kami menjagamu sepenuh hati, serta sentiasa berharap, kelak kau lahir sebagai anak yang sihat, sempurna dan menyenangkan.

Sejak dalam rahim, kami cuba menanamkan kalimat-kalimat tauhid kepadamu dan berupaya mengenalkanmu kepada Sang Pencipta, dengan bacaan ayat-ayat suci-Nya, dengan senandung-senandung selawat Nabi, dengan nasyid-nasyid yang membangkitkan semangat dakwah dan rasa keimanan kepada Allah yang Esa.

Saat kau akan lahir, Mama merasakan sakit yang amat sangat, seolah berada antara hidup dan mati, namun Mama tidak mengeluh dan putus asa, kerana bayangan kehadiranmu lebih Mama rindukan dibanding dengan rasa sakit yang Mama rasakan. Mama dan Abah tak henti-hentinya berdoa, memohon ampunan dan kekuatan kepada Allah. Abahpun tidak tidur beberapa malam untuk memastikan kehadiranmu, menemani dan menguatkan Mama, agar sanggup melahirkanmu dengan sempurna. Bacaan zikir dan istighfar, mengiringi kelahiranmu.

Begitu kau lahir, sungguh rasa sakit yang amat sangat sudah terlupakan begitu saja. Setelah tangismu terdengar, seolah kebahagiaan hari itu hanya milik Mama dan Abah. Air mata yang tadinya hampir tak henti mengalir kerana menahan sakit, berganti menjadi senyum bahagia menyambut kelahiranmu. Mama dan Abah bersyukur kepada Allah Swt, kemudian Abah melantunkan bacaan azan dan iqamat ditelingamu, agar kalimat yang pertama kali kau dengar adalah kalimat Tauhid yang harus kau yakini dan kau taati selama hidupmu.

Saat pertama kali kau hisapi air susu Mama, Mama merasakan kenikmatan dan kebahagiaan yang tiada taranya. Mama ingin memberikan semuanya kepadamu, agar kau segera tumbuh besar dan sihat. Mama berupaya supaya susu ini dapat mencukupi keperluanmu. Mama berupaya untuk selalu dekat denganmu, dan selalu mengajakmu kemanapun Mama pergi, supaya sampai bilapun kau lapar, Mama selalu bersedia memberikan air syurgawi kurnia Ilahi itu kepadamu.

Mama dan Abah berusaha untuk selalu siap sedia menjagamu, bilapun dan dalam keadaan apapun. Saat malam sedang tidur lelap, Mama dan Abah akan terjaga bila kau tiba-tiba menangis kerana kebasahan atau kelaparan. Dan semuanya, Mama dan Abah lakukan dengan senang hati, tanpa rasa geli dan jijik.

Sejak kau masih dalam ayunan, Mama sentiasa membacakan doa dalam setiap kegiatan yang akan kau lakukan. Mama bacakan doa mau makan ketika kau hendak makan, doa mau tidur ketika kau mau tidur, dan doa apa saja yang harus kau tahu dan kau amalkan dalam kehidupan keseharianmu. Mama bacakan selalu ayat kursi dan surat-surat pendek satu persatu setiap malam, dikala mengantarmu tidur, ayat-per ayat dan Mama ulang berkali-kali hingga kau sanggup mengingatnya dengan baik, dengan harapan kau besar nanti menjadi penghafal Al Quran.

Gegirl kesayangan Mama dan Abah...
Kehadiranmupun memberikan kepada Mama dan Abah pelajaran yang sangat berharga, kau mengingatkan kami tatkala masih sepertimu. Mengingatkan dengan lebih kuat lagi, betapa besar pengorbanan yang dilakukan oleh datuk nenekmu kepada kami, hingga Mama dan Abah dewasa dan bahkan sampai menjadi orang tua seperti mereka.

Mama dan Abah sangat menyayangimu, kerana kami ingin kaupun menjadi anak yang penyayang terhadap sesama insan. Kami hampir selalu menyertakan kata sayang dibelakang namamu saat memanggilmu, supaya hatimu senang dan gembira bersama Mama dan Abah.

Bila Mama dan Abah tidak mau melayanimu untuk hal-hal yang sudah dapat kau lakukan sendiri, itu bukan bererti kami tidak menyayangimu, tapi justeru sebaliknya. Kerana Mama dan Abah sayang sekali padamu, kau tidak boleh terlalu dimanjakan, hingga saat kau besar nanti, kau jadi anak yang tahu berdikari dan serba boleh.

Maafkan Mama dan Abah bila sekali waktu (atau bahkan sering) memarahimu ketika kau membuat kesalahan yang berulang-ulang. Sungguh, sebenarnya Mama dan Abah tak ingin memarahimu, namun kamipun sedar bahawa kau harus tahu dan harus dapat membezakan mana yang benar dan mana yang salah, agar saat kau dewasa dan telah bergaul dengan masyarakat umum nanti, kau bisa memilih untuk selalu melakukan yang haq dan meninggalkan yang bathil. Semoga kau tidak salah sangka.

Inilah harapan Mama dan Abah kepadamu, sangat banyak dan sangat ideal. Oleh kerananya, kami sentiasa memohon petunjuk dan bimbingan dari Allah Yang Esa, yang Berkuasa dan Maha Agung, agar tidak salah langkah dalam mendidikmu.

"Robbanaa hablanaa min azwaajinaa wadzurriyaatinaa qurrota a’yun waj’alnaa lilmuttaqiina imaaman. Amiin..."

© Pidgin Technologies Ltd. 2008.